Haloo orang tua asuh, Ghazi

Aku Novi kakak asuh Ghazi di CAMP Foundation sampai Desember 2016.

Sekitar awal September Ghazi sedikit tertutup. Ya, tepat diawal kami bertemu. Lambat laun, ia terbuka, menceritakan segala yang ingin ia capai. Ghazi sangat gemar bermain bola dan kelak ingin bermain untuk Tim Nasional Indonesia. Ia juga gemar memancing di sungai. Bagiku, anak lelaki yang satu ini memang memiliki potensi di bidang non-akademik. Beberapa waktu lalu, ia memenangkan lomba puisi di sekolahnya dalam rangka HUT Yogyakarta ke 260, ia juga rajin berlatih sepak bola bersama Sofyan dan teman lainnya. Tidak hanya itu, tapi juga menggambar. Saat itu, ia baru saja memiliki gadget barunya, kemudian dia mengajakku untuk menggambar batik yang warnanya hijau hitam, keingintahuannya juga cukup baik terlebih pada tempat-tempat di luar Yogya dan juga tokoh-tokoh inspiratif yang dapat ditemukan melalui internet. Kegiatan visit Camp Team tidak hanya mendorong akademiknya tapi juga non-akademik, visit yang lalu diagendekan dengan membuat cubecraft. Ghazi sangat antusias dengan tokoh Superman nya, dan mudah baginya untuk merakit hingga kebentuk sempurna.  Akhir semester pun tiba, Ghazi belum ada ketertarikan dengan Matematika. Hasil ujiannya cukup memuaskan di pelajaran Seni Budaya, ia menggambar batik saat itu, tapi tidak dengan hasil ujian Ilmu Pengetahuan Sosial, Ghazi mengaku ujiannya memang sulit begitu juga dengan opini teman-temannya. Perkembangannya akademiknya belum terlalu signifikan, namun dengan adanya gadget diharapkan tetap membantu perkembangannya baik akademik maupun non-akademik.