Yogyakarta, Februari 2017 – Development program merupakan salah satu program edukatif yang dirancang oleh CAMP Foundation. Program ini bertujuan untuk mengembangkan keahlian diri Anak Asuh, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Pada bulan Februari ini, tapatnya 26 Februari 2017 bertempat di CAMP shelter,  CAMP Crews berserta Anak Asuh membuat boneka harapan.

Boneka harapan atau yang lebih dikenal sebagai wishing doll merupakan sebuah boneka yang dibuat ketika seseorang memiliki sebuah harapan. Dengan membuat boneka ini, seseorang berharap bahwa keinginan atau harapannya akan terkabul. Tentu saja hal ini dipengaruhi pula oleh kebudayaan maupun kepercayaan masyarakat pada suatu daerah. Bentuk dan bahan dasar membuat boneka harapan pun berbeda-beda pada setiap daerahnya.

Pada kesempatan ini, Anak Asuh dan dan CAMP Crews membuat boneka dengan bahan dasar kertas karton yang digulung dan direkatkan dengan lem kertas. Karton tersebut digunakan untuk membuat kerangka badan dan tangan. Setiap ujung karton tersebut dililit oleh benang yang terdiri dari beberapa warna sebagai aksen. Sedangkan kepala boneka tersebut terbuat dari benda yang berbentuk bola, seperti kelereng. Lapisi kelereng atau benda berbentuk bola tersebut dengan kain polos. Setelah kepala dan kerangka badan telah siap, keduanya direkatkan dan dililit dengan benang agar menempel secara sempurna. Setelah kepala dan badan menyatu, boneka tersebut diberi pakaian menggunakan kain perca dan jadilah boneka harapan atau wishing doll.

Kegiatan membuat boneka harapan ini bertujuan untuk mengasah kemampuan motorik Anak Asuh, terutama motorik halus. Di samping itu, kegiatan ini juga bertujuan mengajak Anak Asuh untuk berpikir secara lebih kreatif. Pada pelaksanaannya pun Anak Asuh bersama CAMP Crews bebas mengekspresikan keinginannya dalam menghias boneka harapan. Sehingga, pada akhirnya anak asuh dan CAMP Crews dapat menghasilkan boneka harapan dengan berbagai gaya dan rupa.
(Izzah Annisatur Rahma)