Yogyakarta, Desember 2016 – Development Program yang diselenggakan oleh Tim Operasional CAMP setiap bulannya salah satunya bertujuan untuk turut membangun karakter bangsa yang ada pada diri adik-adik asuh. Kali ini, CAMP Team melaksanakan program yang lebih terfokus pada pembangunan karakter anak dalam tema story telling. Pada hari Minggu (18/12), CAMP Team bersama adik-adik asuh mengikuti program story telling di shelter CAMP.

Dalam story telling kali ini, CAMP team membacakan sebuah cerita yang berjudul Nyanyian Jangkrik dari Sanggar Anak Jaman. Cerita ini berkisah tentang sebuah kampung yang dihuni oleh jangkrik-jangkrik dan hewan lainnya, namun pada suatu hari kampung tersebut terkena bencana gempa bumi. Kisah ini tidak hanya menghibur, namun juga berisi pesan moral agar adik-adik asuh meyanyangi hewan dan turut melestarikan lingkungan dengan menjaga ekosistem yang ada.

Cerita kedua berjudul Legenda Danau Toba. Cerita rakyat dari Sumatra Utara ini didongengkan oleh Kakak Asuh untuk menanamkan moral kepada adik-adik asuh agar tidak mengingkari janji dan juga untuk selalu menghormati orang tua. Kegiatan ini juga bertujuan melestarikan cerita rakyat dengan menceritakannya kembali kepada generasi baru. Cerita disampaikan dengan interaktif kepada adik-adik asuh dengan mengajak mereka melakukan tanya jawab sembari bercerita.

Keseruan selanjutnya adalah sesi tukar kado. Untuk menyambut akhir tahun, adik-adik asuh dan kakak-kakak asuh mengumpulkan kado yang telah dibawa. CAMP Crew telah membuat nomer-nomer undian dan meminta masing-masing orang mengambil salah satu kertas undian tersebut. Pada sesi ini reaksi adik asuh dan kakak asuh sangat beragam, karena mereka tidak tahu kado tersebut berisi apa dan dari siapa kado yang didapatkannya. Begitu kado dibuka, barulah mereka mengetahui apa isi kado dan setiap orang diminta untuk menebak dari siapa kado yang dipegangnya. Acara berakhir dengan keriaan, begitu pula yang diharapkan adik asuh dan kakak asuh di akhir tahun ini. (Sarah Shafira Sandy)