Hai Orang Tua Asuh Regina,

Namaku Zhelvi. Aku baru sebentar bergabung sama CAMP, belum lama sih, tapi aku udah suka aja sama CAMP. Oya, aku jadi kakak asuh kalau di CAMP, adek asuhku namanya Regina. Awal ketemu, di sekolahnya Regina, dia lagi duduk-duduk sama Ibunya dan Kak Eirene. Aku kenalan sama Regina, adiknya pendiam, diam banget, mungkin karena belum kenal. Nah setelah berbincang-bincang dan kenalan sama Regina dan Ibunya aku balik ke kampus.

Waktu bulan Juni, aku pertama kali visit ke rumahnya Regina. Rumahnya lumayan jauh, lokasinya di Bantul, tapi seru juga. Pertama kali datang disambut baik sama Ibunya Regina, di sana ada adiknya Regina yang lebih nggak pemalu dibanding Regina. Aku berkunjung ke rumah Regina bersama Kak Eirene yang wajib ikut dan ditemani Lajeng. Kami duduk di sana, awalnya ngobrol-ngobrol tentang raport-nya Regina, yang lebih banyak ngobrol adalah Kak Eirene sama Ibunya Regina. Nilainya Regina bagus-bagus, tapi sayang nilai Matematikanya kurang memuaskan. Tapi nggak apa-apa, emang Matematika itu susah kok, hahaha. Kami belum bisa lihat raport-nya Regina secara langsung karena ada kendala biaya yang belum bisa dilunasi.

Kami bertiga datang bawa kertas, lem, gunting, double tip, pensil warna, dan spidol. Lebih tepatnya Kak Eirene sih yang nyiapin, hehe. Eh, tapi tebak kita mau buat apa? Yup, kami sama Regina mau bikin scrap book. Nanti di dalamnya diisi sama Regina setiap aku visit ke sana, terserah Regina mau ngisi apa aja. Boleh gambar, mewarnai, ataupun nempel-nempelin gambar. Sesuai kreativitas Regina aja. Tapi sebelumnya, Regina nulis cerita tentang kegiatannya. Dia cerita kalau ikut ekstrakurikuler drama, di sana Regina menari sama temen-temennya.

Habis dia selesai nulis ceritanya, kami bikin keterampilan buat diisi di scrapbook-nya Regina. Dia nulis nama disampul depannya pakai spidol warna-warni. Cantik deh, kayak Regina. Aku gambar-gambar nggak jelas, kalau Kak Eirene bikinin bunga buat sampul depannya, sedangkan Lajeng bikin bintang-bintang. Habis itu ditempel deh sama Regina, ditempelnya sesuai keinginan Regina. Halaman pertama diisi sama gambaran Kak Eirene, gambar kucing terus diwarnai sama Regina. Bagus warnanya jadi nggak monoton. Nggak kerasa ternyata udah siang aja, padahal waktu aku dateng masih jam 10-an. Cepet juga yaa, puasanya jadi nggak kerasa juga, walaupun Regina nggak puasa karena beda keyakinan. Hehehe. Segitu dulu yaa ceritanya.

Sampai jumpa di Hello There selanjutnya.

Penulis: Zhelvianelta Widya Arsasita (Kakak Asuh)